Pengikut

Rabu, 18 Februari 2009

Parpol Berbenahlah !


Parpol Berbenahlah !
Diposkan oleh mr.10 Label: Artikel

Lembaga Survei Indonesia (LSI) dalam jajak pendapat terbarunya mengumumkan betapa legitimasi partai politik menempati peringkat terendah dalam menyuarakan keinginan rakyat. Urutan teratas ditempati oleh media massa (31%), ormas (24%), birokrasi (11%) dan parpol sendiri (11%). Parpol lagi-lagi hanya diyakini oleh 42% responden bekerja sesuai dengan perannya, jauh lebih rendah dari TV (76,5%), koran (72%), radio (72%), LSM (61%), ormas (57%) dan birokrasi (53%).

Yang lebih serius adalah pendapat bahwa model pemilihan anggota DPR lebih mewakili keinginan parpol (50,9%), ketimbang mewakili keinginan pemilih (28,9%). Ketika dibandingkan antara model pemilihan DPD dengan DPR, pemilih menyebut model pemilihan DPD lebih mudah dimintai tanggungjawab (63,3%), ketimbang model pemilihan DPR (19,7%). Jadi parpol dianggap hanya bekerja untuk dirinya sendiri, sulit dimintai pertanggungjawaban, serta kurang mewakili pemilih ketimbang DPD.

Turunnya tingkat kepercayaan terhadap parpol ini juga senada dengan survei-suvei sebelumnya. Kurang dari 30% pemilih yang menyatakan berafiliasi atau memiliki keterkaitan dengan parpol. Selebihnya memiliki sikap skeptis, bahkan juga anti parpol. Parpol telah berubah menjadi pesakitan di mata publik, ketimbang solusi bagi persoalan-persoalan kemasyarakatan yang semakin banyak dan rumit.

Bagaimana nasib demokrasi kalau sudah begini? Demokrasi non prosedural yang menyimpang jelas akan merusak tatanan demokrasi prosedural yang konstitusional. Aspirasi politik publik lebih bergema di jalanan, daripada di gedung-gedung parlemen. Lalu, dalam bentuk yang lain, kemunculan anarkisme di tingkat massa tidak terelakkan, apalagi kalau aparatur keamanan bekerja tidak profesional. Anarkisme bukan sebab yang otonom atau muncul begitu saja, melainkan hadir akibat dari proses-proses penyumbatan aspirasi masyarakat lewat jalur resmi.


dikutip dari : Indra J Pilang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar